<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499</id><updated>2012-01-14T14:12:49.142+07:00</updated><category term='pak harto'/><category term='Menyikapi Tantangan Kemajuan Ilmu Komunikasi'/><category term='Kutum Pargon'/><category term='logo slank fans club'/><category term='Pengenalan Tentang Radio'/><category term='nb'/><category term='kutipan yang perlu di renungkan'/><category term='Matinya Roh Idealisme'/><category term='filosofi logo slank'/><category term='logo slank fans club warna lain'/><category term='jari jemari'/><title type='text'>kunjungi juga: http://rioniimron.wordpress.com/</title><subtitle type='html'>Selamat datang di www. rioniimron.blogspot.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-4955468829309012540</id><published>2008-02-26T05:49:00.003+07:00</published><updated>2008-02-26T06:25:56.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menyikapi Tantangan Kemajuan Ilmu Komunikasi'/><title type='text'>Menyikapi Tantangan Kemajuan Ilmu Komunikasi</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;font size="5"&gt;Menyikapi Tantangan Kemajuan Ilmu Komunikasi &lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; 
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Rioni Imron, S.Sos&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;Banyak beredar &lt;/strong&gt;rumor tentang akan adanya &lt;em&gt;pressure &lt;/em&gt; dari berbagai kalangan untuk membatasi ruang gerak kemajuan yang dihasilkan dari sarana atau media komunikasi secara luas. Sebut saja, pelarangan terhadap pelajar yang membawa handphone (HP) ke sekolah, tengah dirancang oleh Pemerintah Kota Pekanbaru bagi pelajar di Bumi Lancang Kuning, Pekanbaru-Riau. Tidak tanggung-tanggung, dengan alasan untuk menghindari munculnya perilaku menyimpang di kalangan pelajar, mengenai larangan membawa handphone (HP), kendaraan roda dua hingga roda empat bagi siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai Sekolah Dasar (SD) pun akan segera diberlakukan. Rancangan tersebut langsung diinstruksikan Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah. Usai memimpin rapat di halaman kantor walikota, Senin (18/2), Herman meminta agar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) segera melakukan kajian mengenai rencana penerapaan aturan tersebut. &lt;/p&gt;
&lt;p align="justify"&gt;Lebih Lanjut, kondisi ini dinilai sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Apalagi jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. &amp;quot;HP ini bisa menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur porno dan sebagainya yang sama sekali tidak layak dilihat seorang pelajar. Ini yang harus dihindari,&amp;quot; jelas walikota Herman. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Melihat fenomena ini, boleh saja kita beranggapan perkembangan dunia komunikasi khususnya media komunikasi elektronik, belum siap diterima oleh masyarakat sebagai budaya baru. Di mana setiap budaya baru muncul, akan terjadi pula pergolakan di dalamnya. Tentunya hal itu dapat berupa pro dan kontra dari setiap budaya tersebut. Maka yang terjadi pula adalah, dampak yang ditimbulkan dari perkembangan budaya melalui arus globalisasi yang penuh akan kemajuan dan perkembangan, baik dari segi ekonomi, komunikasi, bahkan transportasi tersebut, menyebabkan pemerintah merancang benteng-benteng penghambat persepsi negatif dari munculnya perkembangan itu. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Terkait dengan larangan menggunakan HP, tak bisa dipungkiri, pelajar Pekanbaru umumnya sudah menggunakan HP, baik yang memiliki fasilitas biasa, hingga ke berbagai fasilitas yang luar biasa, seperti mengakses internet secara langsung. Dari menu-menu yang ditawarkan tersebut, para penggunanya bisa jadi memanfaatkan secara negatif maupun ke hal positif . Bisa jadi akses tersebut di gunakan sebagai penyebar gambar-gambar maupun video-video porno, seperti yang tengah di khawatirkan oleh pemerintah saat ini. Tapi tidak salah pula jika akses tersebut digunakan untuk memperluas pengetahuan pelajar dalam mendapatkan informasi-informasi ilmu pengetahuan yang sudah sangat banyak manfaatnya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nah akankah alat komunikasi yang terhitung canggih ini dilarang penggunaannya disekolah? Sepertinya, sangat ironis hal ini akan dapat dilaksanakan. Kenapa tidak, jika menilai sesuatu dari satu sisi yang mengusung persepsi yang dibentuk secara subjektif, tentunya akan banyak hal yang akan dikorbankan. Ada baiknya sesuatu hal hendaknya musti melalui pertimbangan antara muradat dan iradatnya dengan berbekal iman dan ilmu pengetahuan. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Menanggulangi derasnya arus perkembangan zaman, tidak semudah yang dibayangkan. Banyak pihak serta hal-hal tertentu yang musti terkait di dalamnya. Namun setidaknya, ada beberapa kapabilitas pertahanan yang dapat memberikan benteng dalam menghadapi fenomena tersebut. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam ruang lingkup pemerintahan, dapatlah disepakati dengan akan dirancangnya sebuah peraturan. Sehubungan hal ini, bukan berarti merancang sebuah aturan yang membatasi perilaku seseorang untuk tidak menggunakan berbagai fasilitas kemajuan di dunia ilmu komunikasi, khususnya HP. Lebih lanjut, peraturan tersebut hendaklah yang dapat memberikan arah yang jelas atas penggunaan media nirmassa tersebut. Lebih kongkritnya adalah dengan menerapkan razia gambar-gambar maupun video-video yang ada di HP para pelajar dengan membuat jangka waktu tertentu. Dan jikalau terdapat pelajar yang menyimpan ataupun dengan bermaksud menyebar luaskannya, pelajar itu pun dapat ditindak oleh sekolah mereka masing –masing. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dapat disampaikan pula, dalam penerapan peraturan tersebut pemerintah dalam hal ini juga menjadi mediator untuk menghimbau pihak sekolah untuk pihak orangtua pelajar, tentang bagaimana penerapannya di lingkungan sarana pendidikan masing-masing. Jadi, jika ada masalah, tidak hanya satu pihak saja yang disudutkan, melainkan dapat menjadi tanggung jawab bersama. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di sisi kepribadian pemilik HP, hendaknya persiapan untuk menghadapi setiap tantangan di dalam perkembangan zaman pun mesti lebih ditingkatkan. Para pengguna teknologi, jangan mudah terpancing untuk mengarah ke sikap yang negatif melalui sajian-sajian yang diberikan. Namun hendaknya pula, pengguna dapat mengeksploitasi setiap sajian (fasilitas-fasilitas) yang disediakan untuk di arahkan ke hal yang berbau positif. Misalkan saja, disaat menggunakan fasilitas akses internet yang tersedia di HP, dapat dimanfaatkan untuk menggali cakrawala informasi di berbagai bidang ilmu, informasi, dan berbagai hal lainnya yang dapat membawa manfaat bagi para penggunanya. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lebih lanjut, jangan heran akan sebuah kemajuan ilmu komunikasi khususnya media elektronik yang dapat mengubah pola perilaku kehidupan masyarakat, karena sudah seharusnya kita menyikapi diri untuk lebih terjaga akan datangnya sebuah perubahan, karena perubahan itu pasti. Dan kemajuan zaman pun akan selalu terus berjalan, bukan dengan cara menghentikan zaman itu kita bersikap, melainkan dengan mengeksploitasi kemajuan zaman tersebut menjadi iradat melalui pembekalan diri dengan iman yang kuat serta ilmu pengetahuan yang bermanfaat.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-4955468829309012540?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/4955468829309012540/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=4955468829309012540&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/4955468829309012540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/4955468829309012540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2008/02/menyikapi-tantangan-kemajuan-ilmu.html' title='Menyikapi Tantangan Kemajuan Ilmu Komunikasi'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-7961352440737639520</id><published>2008-01-26T16:37:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T13:10:39.400+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filosofi logo slank'/><title type='text'>filosofi logo slank</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R5sA8sjeQxI/AAAAAAAAAE4/i9RfUivRoos/s1600-h/filosofi+logo+slank.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R5sA8sjeQxI/AAAAAAAAAE4/i9RfUivRoos/s320/filosofi+logo+slank.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159718840835130130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-7961352440737639520?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/7961352440737639520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=7961352440737639520&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/7961352440737639520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/7961352440737639520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2008/01/filosofi-logo-slank.html' title='filosofi logo slank'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R5sA8sjeQxI/AAAAAAAAAE4/i9RfUivRoos/s72-c/filosofi+logo+slank.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-599097063150475604</id><published>2008-01-19T18:04:00.001+07:00</published><updated>2008-12-11T13:10:39.556+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='logo slank fans club warna lain'/><title type='text'>logo slank fans club warna lain</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R5HZWi0zmPI/AAAAAAAAAEc/bTJOIsCbFyA/s1600-h/sfc+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R5HZWi0zmPI/AAAAAAAAAEc/bTJOIsCbFyA/s320/sfc+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157142029644568818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-599097063150475604?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/599097063150475604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=599097063150475604&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/599097063150475604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/599097063150475604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2008/01/logo-slank-fans-club-warna-lain.html' title='logo slank fans club warna lain'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R5HZWi0zmPI/AAAAAAAAAEc/bTJOIsCbFyA/s72-c/sfc+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-9087374391774958917</id><published>2008-01-19T17:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T13:10:39.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='logo slank fans club'/><title type='text'>logo slank fans club</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R5HYuy0zmOI/AAAAAAAAAEU/i-ME7OI1EiY/s1600-h/sfc+1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R5HYuy0zmOI/AAAAAAAAAEU/i-ME7OI1EiY/s320/sfc+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5157141346744768738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-9087374391774958917?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/9087374391774958917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=9087374391774958917&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/9087374391774958917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/9087374391774958917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2008/01/logo-slank-fans-club.html' title='logo slank fans club'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R5HYuy0zmOI/AAAAAAAAAEU/i-ME7OI1EiY/s72-c/sfc+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-5314072788461802834</id><published>2008-01-18T00:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-11T13:10:40.265+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pak harto'/><title type='text'>pak harto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R4-S8C0zmMI/AAAAAAAAAEE/Drz0OV-xqUg/s1600-h/niken2-dl.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R4-S8C0zmMI/AAAAAAAAAEE/Drz0OV-xqUg/s320/niken2-dl.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156501658610669762" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;

&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font size="5"&gt;Kalau Ajal Saya Sampai ..&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Nurul Hidayati - detikcom
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Genap 14 hari Pak Harto dirawat di RSPP. Kondisinya 
  tidak berubah: kritis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bicara kematian bukanlah hal yang tabu bagi Pak Harto. Dia telah menyiapkan 
  &amp;quot;wasiat&amp;quot; bila ajal menjemputnya. Hal itu termuat dalam otobiografinya 
  yang blak-blakan Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bab 102 halaman 561 buku itu berjudul &amp;quot;Kalau Ajal Saya Sampai.&amp;quot; Bila 
  membaca isinya, memang ada bagian yang kurang cocok dengan kondisi sekarang 
  yang telah berubah drastis. Maklum saja, otobiografi itu dirilis pada 1989, 
  saat Pak Harto sedang kuat-kuatnya, saat Ibu Tien, masih setia mendampinginya. 
  Bu Tien sendiri meninggal dunia pada 28 April 1996.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun tidak ada salahnya kembali mengingati pemikiran Pak Harto tersebut:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau saatnya tiba saya dipanggil Yang Maha Kuasa, maka mengenai diri saya 
  selanjutnya sudah saya tetapkan: saya serahkan kepada istri saya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sebetulnya istri saya telah menerima pula &amp;quot;Bintang Gerilya&amp;quot; dan &amp;quot;Bintang 
  RI&amp;quot;. Jadi, dia juga bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Tetapi sudahlah, 
  ia dengan Yayasan Mangadeg Surakarta sudah merencanakan lain. Ia dengan Yayasan 
  Mangadeg Surakarta sudah membangun makam keluarga di Mangadeg, tepatnya di Astana 
  Giribangun. Dan masa, kan saya akan pisah dari istri saya! Dengan sendirinya 
  saya pun akan minta dimakamkan di Astana Giribangun bersama keluarga. Kami tidak 
  mau menyusahkan anak cucu kami, jika mereka nanti ingin berziarah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Memang saya pun mendengar orang bicara, bahwa belum juga saya mati, saya sudah 
  membuat kuburan. Padahal yang sebenarnya, kuburan itu kami buat untuk yang sudah 
  meninggal, antaranya untuk ayah kami (mertua saya). Selain itu, pikiran saya 
  menyebutkan, &amp;quot;Apa salahnya, sebab toh akhirnya kita akan meninggal juga.&amp;quot; 
  Kalau mulai sekarang kita sudah memikirkannya, itu berarti kita tidak akan menyulitkan 
  orang lain. Asalkan tidak menggunakan yang macam-macam, apa jeleknya?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Omongan orang bahwa Astana Giribangun itu dihias dengan emas segala, omong 
  kosong. Tidak benar! Dilebih-lebihkan. Lihat sajalah sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yang benar, bangunan itu berlantaikan batu pualam dari Tulungagung. Tentu saja 
  kayu-kayunya pilihan, supaya kuat. Pintu-pintu di sana, yang dibuat dari besi, 
  adalah karya pematung kita yang terkenal G Sidharta. Alhasil, segalanya buatan 
  bangsa sendiri.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ibu mertua saya melakukan cangkulan pertama di Gunung Bangun yang tingginya 
  666 meter di atas permukaan laut itu, pada hari Rabu Kliwon, 13 Dulkangidah 
  jimakir 1906 atau 27 November 1974. Saya bersama istri sebagai pengurus Yayasan 
  Mangadeg Surakarta meresmikan Astana Giribangun itu pada hari Jumat Wage tanggal 
  26 Rejeb ehe 1908 atau 23 Juli 1976. Kebiasaan di Jawa mempergunakan candrasangkala. 
  Maka kami terakan di sana sinengkalan: Rasa Suwung Wenganing Bumi (Rasa Ikhlas 
  Membuka Bumi) waktu ibu melakukan cangkulan pertama itu, dan Ngesti Suwung Wenganing 
  Bumi (Suasana Hening Membuka Bumi) waktu kami meresmikan makam keluarga Yayasan 
  Mangadeg itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pada ketiga pintu untuk masuk ke dalam bangunan itu pun ada tulisan yang mengutip 
  pucung, berisikan pegangan hidup yang sudah diajarkan nenek moyang kita secara 
  turun-temurun. Yakni, &amp;quot;hendaknya kita pandai-pandai menerima omongan orang 
  yang menyakitkan tanpa harus sakit hati&amp;quot;, &amp;quot;ikhlas kehilangan tanpa 
  menyesal&amp;quot;, dan &amp;quot;pasrah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa&amp;quot;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tak jauh dari bangunan astana itu, lebih dahulu, pada tanggal 8 Juni 1971, 
  sudah diresmikan monumen &amp;quot;Tridharma&amp;quot;, ajaran hidup bernegara yang 
  sangat penting itu. Alhasil suasana di sana sesuai dengan lingkungannya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jadi, hendaknya dimaklumi bahwa kami membangun Astana Giribangun itu, kita-kira 
  37 km dari Solo, untuk keluarga. Bahkan, tidak hanya untuk keluarga, pengurus 
  Yayasan Mangadeg pun bisa dimakamkan di sana. Tempat itu sudah dikapling, dan 
  pengelolaannya diserahkan pada Yayasan Mangadeg.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kita yang masih hidup wajib memikirkan keluarga yang sudah meninggal, seperti 
  saya memikirkan ayah saya. Maka kami membangun makam untuk ayah, dan untuk ibu 
  sekaligus. Di samping itu, saya pikir, baik saja kita berbuat begitu kalau kita 
  tidak mau menyusahkan orang lain, tidak mau menyulitkan anak cucu kita. Dan 
  di Jawa, memang biasa kita menyiapkan tempat sebelum meninggal. Kita menyadari 
  bahwa besok lusa kita toh akan kembali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dihitung dari sejak lahirnya &amp;quot;Supersemar&amp;quot; sampai 1988, berarti saya 
  memegang pucuk pimpinan sudah dua puluh dua tahun. Saya merenungkannya kembali.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selalu, sewaktu tugas apa pun yang diberikan kepada saya, saya mohon petunjuk 
  kepada Tuhan.&lt;br&gt;
  Alhamdulillah, sampai sekarang saya tidak merasa gagal dalam memegang dan melaksanakan 
  tugas saya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau ada yang kurang berhasil, maka lantas saya mupus, pasrah. Artinya, saya 
  berpikir, barangkali memang kemampuan saya cuma sampai di situ.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya telah berusaha dan nyatanya, seperti yang saya lihat dan pertimbangkan, 
  usaha saya itu berhasil sesuai dengan kemampuan saya. Begitulah saya berpikir. 
  Begitulah penilaian saya. Saya tak pernah merasa gagal. Tetapi, kalau ada orang 
  yang menilai lain mengenai hasil pekerjaan saya itu, saya serahkan kembali penilaiannya 
  itu kepada yang bersangkutan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demikian perasaan dan pikiran saya sejak masa revolusi. Apa yang ditugaskan 
  kepada saya, saya kerjakan dengan sebaik-baiknya, sambil memohon bimbingan dan 
  petunjuk kepada Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mengenai kesalahan, saya berpikir, &amp;quot;Siapa yang mengukur salah itu? Siapa 
  yang menyalahkan?&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekarang, misalnya, pekerjaan sudah saya laksanakan, berjalan baik dan berhasil, 
  menurut ukuran saya. Tetapi, kalau ada orang lain yang melihat hasil pekerjaan 
  saya itu dari segi yang lain, lalu menilai salah atau gagal, maka saya akan 
  berkata, &amp;quot;Itu urusan mereka.&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya percaya bahwa apa yang saya kerjakan, setelah saya memohon petunjuk dan 
  bimbingan-Nya, itu adalah hasil bimbingan Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;***&lt;br&gt;
  Dua bagian tidak ditulis karena kurang relevan&lt;br&gt;
  ***&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya sebagai manusia biasa, mempunyai keterbatasan. Baik fisik maupun psikis. 
  Tentu saja pekerjaan-pekerjaan yang saya pikul itu sering terasa melelahkan. 
  Akan tetapi saya merasa terhibur, karena saya merasa memperoleh kepercayaan 
  rakyat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ingat, pada mulanya saya enggan menerima kedudukan sebagai Presiden. Maklumlah 
  kiranya, tugas kepresidenan adalah pekerjaan yang berat. Tetapi akhirnya saya 
  menerimanya juga, dan itu semua karena rakyat mendesak-desakkannya kepada saya, 
  karena mereka menunjukkan kepercayaan kepada saya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di balik itu,saya berpikir, sebagai seorang warganegara yang baik, saya tidak 
  boleh menghindarkan diri dari apa yang diharapkan oleh rakyat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maka saya berusaha melaksanakan kepercayaan rakyat itu dengan sebaik-baiknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Apalagi kalau hasil-hasil pekerjaannya itu betul-betul bisa dinikmati oleh 
  rakyat. Saya jadi gembira karenanya. Kelelahan saya seperi hilang dengan seketika.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Nyatanya saya mendapat kepercayaan rakyat itu bukan sekali. Nyatanya saya terpilih 
  menjadi Presiden penuh/Mandataris MPR itu lima kali sudah dan memikul tugas 
  itu dengan kesungguhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Alhamdulillah, sekarang sistem yang bisa menjamin kelangsungan hidup negara 
  dan bangsa sudah kita dapatkan. Terbukti diperlukan waktu berjuang dan bermufakat 
  sampai 20 tahun untuk sampai pada titik menerima Pancasila sebagai satu-satunya 
  asa. Tetapi bagaimanapun, kia berkesampaian.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Rantai mekanisme kepemimpinan nasional sudah berhasil kita tentukan. Urutan 
  GBHN sudah kita pastikan dari waktu ke waktu. Itulah warisan yang kita tinggalkan 
  kepada generasi yang akan datang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Generasi yang akan datang tidak perlu takut, tidak perlu khawatir, bahwa kita 
  akan meninggalkan beban yang hrus dipikul oleh mereka. Kita berusaha keras meningggalkan 
  hal-hal yang baik. Cita-cita kita jelas, agar terciptanya masyarakat yang adil 
  dan makmur,&amp;quot;tata tentrem kerta raharja, gemah ripah loh jinawi tuwuh kang 
  sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku.&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Marilah kita memberikan sumbangsih menurut kemampuan kita masing-masing.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya pun tahu, saya tidak luput dari kesalahan. Maka, seperti berulangkali 
  pernah saya katakan, di sini pun saya ulangi lagi, hendaknya orang lain mengikuti 
  contoh-contoh yang baik yang telah saya berikan kepada nusa dan bangsa, menjauhi 
  hal-hal yang buruk yang mungkin telah saya lakukan selama saya memikul tugas 
  saya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berkenaan dengan pemindahan kekuasaan, sudah saya tunjukkan jalannya, yakni 
  dengan cara damai dan menurut konstitusi, yang hendaknya terus berlaku untuk 
  masa sekarang maupun untuk masa yang akan datang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalau ditanya apa wasiat saya kalau saya nanti pada waktunya dipanggil Yang 
  Maha Kuasa? Wasiat saya, sebenarnya bukan wasiat saya sendiri, melainkan wasiat 
  atau pesan kita bersama. Yakni, agar mereka yang sesudah kita benar-benar dapat 
  menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara RI berdasarkan Pancasila ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Saya pikir, yang penting adalah suatu pengelolaan Negara Republik Indonesia 
  yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sedemikian rupa sehingga cita-cita 
  perjuangan bangsa kita benar-benar terlaksana dan tercapai dengan sebaik-baiknya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama bangsa Indonesia tetap berpegang kepada Pancasila sebagai landasan idiilnya, 
  dan UUD '45 sebagai landasan konstitusionalnya, (dan tetap setia pada kepada 
  cita-cita perjuangannya, ialah mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan 
  Pancasila), dengan sedirinya persatuan dan kesatuan bangsa itu akan terwujud. 
  Berpegang kepada kedua hal itu, cita-cita perjuangan sebagai bangsa yang tetap 
  ingin merdeka, berdaulat, bisa hidup dalam kemakmuran dan keadilan, niscaya 
  akan tercapai!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Insya Allah!&lt;br&gt;
  &lt;strong&gt;( nrl / umi )&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-5314072788461802834?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/5314072788461802834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=5314072788461802834&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/5314072788461802834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/5314072788461802834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2008/01/pak-harto.html' title='pak harto'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_prZnrMW05-k/R4-S8C0zmMI/AAAAAAAAAEE/Drz0OV-xqUg/s72-c/niken2-dl.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-5553017033358258431</id><published>2008-01-15T18:39:00.000+07:00</published><updated>2008-01-15T19:50:19.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Matinya Roh Idealisme'/><title type='text'>Matinya Roh Idealisme</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;font size="5"&gt;Matinya Roh Idealisme &lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; 
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Rioni Imron, S.Sos&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tahun ajaran&lt;/strong&gt; baru di jenjang pendidikan universitas merupakan 
  sesuatu hal yang lumrah jika terdapat banyak para pelamar yang memadati ruang 
  penerimaan mahasiswa baru. Bukan hanya berasal dari dalam daerah, namun juga 
  dipenuhi dari pelamar asal luar daerah.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Melihat fenomena yang rutin tiap tahunnya muncul di lingkungan kampus itu, 
  memberikan kita persfektif bahwa antusiasme para calon mahasiswa untuk dapat 
  mengenyam dunia intelektual itu cukup besar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dengan banyaknya para calon mahasiswa tersebut maka kita dapat beranalogi pula 
  bahwa, makin banyak yang akan berstatus menjadi mahasiswa, maka akan banyak 
  pula yang akan menjadi generasi penguat benteng intelektual bangsa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dari pernyataan di tersebut, setidaknya kita dahulu mengenal sepak terjang 
  mahasiswa sebagai agent of change, generasi pembaharuan. Tidak dapat dipungkiri, 
  mulai dari terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, hingga terus bergulirnya 
  perubahan zaman, pembangunan, kemajuan, dan lain sebagainya, tidak pernah terlepas 
  dari peran serta, aksi, dan sumbangsih kekuatan yang berasal dari kaum mahasiswa.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mulai dari munculnya Sumpah Pemuda, Era Orde Baru, Era Reformasi, peran serta 
  mahasiswa sangat berperan penting dalam maju-berkembangnya bangsa ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun hingga kini, akankah jiwa-jiwa sebagai pembaharu itu masih terlihat, 
  dirasakan, atau bahkan di sandang oleh para mahasiswa yang dikatakan kaum intelektual 
  bangsa? Mungkin hal ini malah bisa menjadi sebuah pertanyaan retoris untuk kita 
  pertanyakan bersama. Mengapa?&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dapat kita rasakan, atmosfer yang ada pada diri masing-masing penyandang status 
  mahasiswa itu mulai berkurang. Jika melihat pergerakan yang di usung, dapat 
  dikatakan sudah tidak terlihat lagi demonstrasi yang berbayang idealis. Sudah 
  makin banyak indikasi kerapuhan idealisme mahasiswa. Boleh disebut, yang menyangkut 
  idealisme mahasiswa adalah merupakan penjabaran dari istilah agen perubahan. 
  Salah satunya adalah kreatifitas, pergerakan yang sehat, pemikiran, dan banyak 
  hal yang dapat di analogikan sebagai unsur-unsur idealis.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jika melihat fakta yang ada, kita tidak akan menjumpai lagi forum-forum mahasiswa 
  di senggang waktu kuliah mereka untuk diisi dengan kegiatan-kegiatan yang menghidupkan 
  atmosfir kemahasiswaan. Meskipun ada, namun kuota anggota forum yang hadir dapat 
  dihitung dengan jari sebelah tangan. Dengan tidak mendramatisir keadaan, bahkan 
  untuk mewujudkan sebuah ide, pemikiran untuk dijadikan sebuah perwujudan kegiatan 
  yang berpayung kepentingan masyarakat banyak, yang berpartisipasi untuk meluangkan 
  waktu, hanya berjumlah segelintir orang, sunggu ironis memang. Sehingga, hawa 
  kematian &amp;#8220;jiwa-jiwa kemahasiswaan&amp;#8221; itu kian menyengat, efeknya berdampak 
  sungguh fantastik, salah satunya yakni, tidak ada lagi yang akan bersikap kritis 
  terhadap segala bentuk kebijakan-kebijakan baru yang pada dasarnya tidak berpihak 
  kepada kemajuan dan masyarakat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lambat laun, hal ini tentunya akan sangat berdampak buruk bagi status kemahasiswaan 
  yang disebut sebagai benteng intelektual tersebut. Mengapa tidak, virus-virus 
  apatisme yang melanda mahasiswa kiat merekat erat pada diri dan jiwa para mahasiswa 
  itu. Mereka bisa jadi &amp;#8220;mati rasa&amp;#8221; terhadap keadaaan yang terjadi 
  di lingkungan mereka. Baik itu di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan 
  lain sebagainya. Tak akan ada lagi pergerakan mahasiswa yang dengan mengusung 
  nyawa idealis untuk menuju sebuah perubahan yang lebih baik di tengah-tengah 
  masyarakat. Lebih jauhnya, akan lenyap pula identitas mahasiswa yang disebut 
  dengan agent perubahan, sungguh menyedihkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pergerakan itu akan kian redup seiring dengan berkembangnya era globalisasi 
  yang penuh dengan benda-benda yang bernuansa hedonisme. Kebanyakan mahasiswa 
  akan sering kita jumpai di pusat-pusat perbelanjaan, game station, dan lain 
  sebagainya, yang akhirnya akan berdampak pula pada munculnya komunitas-komunitas 
  baru di kalangan mahasiswa. Perkumpulan-perkumpulan itu pula yang sedikit banyak 
  menyebabkan jati diri di kalangan mahasiswa hilang. Tidak sedikit para mahasiswa 
  mengikuti tren yang ada, hingga segala cara pun dihalal kan demi mengikuti sebuah 
  kehidupan yang kian lama, kian menuju ke sikap konsumerisme. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Namun, kegiatan-kegiatan seperti itu pula, tidak dapat pula diklaim sebagai 
  penyebab apatisme yang terjadi pada diri mahasiswa saat ini. Sah-sah saja jika 
  mereka berkumpul hingga membentuk sebuah komunitas-komunitas baru di luar agenda 
  kampus. Toh nyatanya dapat meningkatkan pergaulan, dan relasi. Tetapi dalam 
  menanggapi hal seperti ini, seharusnya mahsiswa juga dapat menempatkan dirinya 
  sebagai bagian yang tak terpisahkan dari sebuah mekanisme berbangsa. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai agen perubahan itu. Mahasiswa musti 
  slalu mengusung sikap kritis terhadap lingkungannya. Setidaknya mereka dapat 
  menempatkan diri mereka pada masing-masing potitioning yang sesuai demi kemajuan 
  zaman, namun tidak pula harus ortodoks hanya selalu berpegang teguh terhadap 
  pandangan idealis yang selama ini mengukung kekebasan berekspresi mereka. Lebih 
  lanjut, dapt dikatakan pula, ada keseimbangan setidaknya harus dijalankan dari 
  setiap unsur untuk menuju sebuah pembetukan karakter yang bertanggung jawab.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Memang tidak ada hukum pun yang melarang seseorang untuk berekspresi, bertindak, 
  maupun bersikap sesuai dengan kemauannya yang tidak melanggar aturan yang ada. 
  Tapi di setiap diri mahasiswa, tentunya terdapat pagar-pagar kecil yang berselimut 
  tanggung jawab sebagai salah satu bagian dari elemen masyarakat, sebagai generasi-generasi 
  penerus bangsa. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Lebih lanjut, kunci menghadapi hal tersebut, dapat dimulai dari diri masing-masing 
  mahasiswa, dengan menambah kesadaran akan pentingnya sikap merasa memiliki status, 
  juga memiliki tanggung jawab, Begitu pun di mulai dari hal yang kecil, seperti 
  meluangkan waktu barang sedetik untuk dapat berpartisipasi bertanggung jawab 
  terhadap lingkungan sekitar, dan dimulai saat ini, dengan segera bergerak, mewujudkan 
  pemikiran-pemikiran yang bernas sebagai sumbangsih status kemahasiswaan, dan 
  tidak larut akan kehidupan apatis yang kian lama kian merenggut jiwa-jiwa, maupun 
  jati diri yang melekat di diri para mahasiswa saat ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hendaknya budaya kritis, budaya kreativitas, budaya pemikir yang di usung mahasiswa, 
  dapat terus harum menghiasi atmosfer dunia kampus yang semakin lama semakin 
  meredup, seiring dengan lajunya pergerakan era globalisasi yang cenderung dapat 
  menjadi sebuah tantangan bagi kaum generasi penerus bangsa untuk mempertahankan 
  kredibilitasnya sebagai generasi &amp;#8220;benteng intelektual bangsa&amp;#8221;. Mahasiswa 
  jangan mau terseret dengan arus globalisasi yang tanpa berbekal kesadaran, dan 
  kemampuan akan membawa ke arah penenggelaman idealisme-idealisme kemahasiswaan 
  itu sendiri, namun hendaknya pula dapat mengekspoitasi arus tersebut menjadi 
  senjata yang memperkuat dan memiliki manfaat bagi kemajuan hidup para mahasiswa 
  di zaman yang kian bergerak, tanpa mengenal batas dan terus berubah, semoga.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-5553017033358258431?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/5553017033358258431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=5553017033358258431&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/5553017033358258431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/5553017033358258431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2008/01/matinya-roh-idealisme.html' title='Matinya Roh Idealisme'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-3623385917679500795</id><published>2007-12-29T00:24:00.000+07:00</published><updated>2007-12-29T00:36:25.648+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kutipan yang perlu di renungkan'/><title type='text'>kutipan yang perlu di renungkan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tanpa disadari ternyata hampi semua logo daerah menggunakan unsur padi dan 
  kapas.&lt;br&gt;
  Oke-oke saja filosafinya, tetapi sudah puluhan tahun gambar padi dan kapas tak 
  membuat kinerja pemerintah meningkat. Karena itu perlu pencerahan yang bisa 
  dimulai dari desain logo yang inspiratif dan futuristik. &lt;br&gt;
  (Kompas, Sabtu 29 Desember 2007, halaman 44)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-3623385917679500795?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/3623385917679500795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=3623385917679500795&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/3623385917679500795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/3623385917679500795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2007/12/kutipan-yang-perlu-di-renungkan.html' title='kutipan yang perlu di renungkan'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-1080626082200614581</id><published>2007-11-20T04:40:00.000+07:00</published><updated>2007-11-20T04:55:48.769+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jari jemari'/><title type='text'>jari jemari</title><content type='html'>Jari-jariku.. jari-jarimu..
&lt;br&gt;Semua berada di dalam lingkaran tiada arti
&lt;br&gt;Seorang anak lelaki tengah berada di tengah padang pasir
&lt;br&gt;Semua sudah tak terkendali.

&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sumber kehidupan layaknya sang dewa kehausan
&lt;br&gt;Mentari dari ufuk timur seakan masih terus mencoba untuk memunculkan harapan itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-1080626082200614581?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/1080626082200614581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=1080626082200614581&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/1080626082200614581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/1080626082200614581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2007/11/jari-jemari.html' title='jari jemari'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-6828834168654561251</id><published>2007-10-30T00:31:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T22:59:51.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kutum Pargon'/><title type='text'>Kutum Pargon</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Rioni Imron, S.Sos&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;INI hari, ketika sang surya mulai mencoba-coba menampakkan raut wajahnya yang 
  begitu di nanti-nantikan seluruh makhluk di muka bumi ini. Tetapi hal itu menjadi 
  tangisan yang amat memilukan hati penduduk, di desa Kertagu. Dimana mereka harus 
  merelakan sejumlah warganya meninggalkan mereka, untuk menghadap Yang Maha Kuasa. 
  Akibat ulah penduduk desa itu sendiri, khususnya Kepala desa Kertagu yang baru 
  saja dilantik untuk periode tahun ini. &amp;#8220;Kepada penduduk Desa Kertagu ,yang 
  saya cintai, marilah kita bersama-sama membebaskan desa ini dari segala macam 
  jenis katak. Untuk itu saya sangat mengharapkan bantuan penduduk desa Kertagu 
  agar dapat ikut berperan aktif dalam menyukseskan program ini, demi terciptanya 
  kenyamanan dan kesehatan masyarakat bagi desa yang kita cintai ini.&amp;#8217;&amp;#8217; 
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Begitulah petikan akhir dari pidato sambutan pertama, yang diucapkan Bapak 
  Kepala Desa Kertagu didalam acara syukuran atas terpilihnya beliau sebagai Kepala 
  Desa di sana. Penduduk yang baik adalah penduduk yang selalu mentaati dan menjalankan 
  aturan maupun norma yang berlaku dilingkungannya. Demikian halnya yang terjadi 
  pada penduduk desa Kertagu. mendengar ucapan Pak Kades tersebut, penduduk hanya 
  saling pandang memandangi, seolah apa yang telah mereka dengar dari mulut seorang 
  petinggi didesa itu, telah merasuk kedalam dasar akal pikiran mereka.Di dalam 
  benak mereka masing-masing, telah tertanam kata-kata dari Kepala Desa yang anggapan 
  mereka akan membawa kebaikan, serta keuntungan bagi desa Kertagu, sehingga mereka 
  merasa tergerak untuk ikut dalam menggalakkan program yang disampaikan saat 
  pidato tersebut.**&lt;br&gt;
  Kutum Pargon yang biasa dipanggil akrab Pak Tum oleh penduduk, berperawakan 
  tinggi, kulit sawo matang, dan berambut keriting pendek. Dia dikenal dengan 
  sifatnya yang ulet, aktif dan bersemangat dalam setiap aspek kehidupannya. Karena 
  hal itu, penduduk desa Kertagu merasa Pak Tum lah yang pantas diandalkan serta 
  mereka banggakan untuk memimpin perkembangan desa mereka selanjutnya . Mengupas 
  petikan akhir dari pidato Pak Tum, dalam acara syukuran tempo hari, beliau hanya 
  menjelaskan kerugian yang akan ditimbulkan akibat berkembangnya katak-katak 
  liar yang hidup di desa Kertagu tersebut, ia merasa katak-katak yang hidup di 
  desa kertagu itu, hanya sebagai pengganggu ketentraman desa saja. Pak Tum menjelaskan, 
  katak-katak itu hidup hanya sebagai pengganggu ketentraman tidur penduduk pada 
  malam harinya, selain itu segala macam jenis bibit-bibit penyakit yang berkembang 
  di desa Kertagu yang banyak merenggut nyawa penduduk desa saat ini, adalah bibit 
  penyakit yang berasal dari katak-katak itu sendiri, kata Pak Kades memperjelas 
  argumen pidatonya saat itu. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di balik semua itu penduduk tidak mengetahui apa yang sebenarnya menjadi landasan 
  maksud, dan tujuan individu yang berkedok program desa tersebut. Program itu 
  hanyalah sebagai pelampiasan dendam Pak Tum terhadap kata-katak itu. Kisahnya 
  bermula ketika Pak Tum berusia lima belas tahun yang lalu. Pak Tum memiliki 
  sebuah guci warisan dari leluhurnya yang ia peroleh dari keluarganya secara 
  turun temurun. Suatu ketika masuklah seekor katak ke dalam guci Pak Tum. Karena 
  emosi Pak Tum yang tidak tertahan lagi untuk mengeluarkan katak tersebut dari 
  dalam guci warisan itu, akhirnya amarah telah membuat guci hancur terpisah belah. 
  Semenjak kejadian itu, beliau selalu dihantui oleh perasaan berdosa kepada leluhur. 
  Inilah motif sebenarnya yang adadi balik program desa Kertagu. &lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p align="center"&gt;***&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sudah tiga bulan jabatan Kades yang disandang Pak Tum. Program-program desa 
  yang telah direncanakannya, untuk perkembangan desa Kertagu, sampai saat ini 
  belum ada dirasakan penduduk itu sendiri. Masih banyak lagi program-program 
  perkembangan desa yang tidak terlaksana dengan baik, akibat dari kurangnya perhatian 
  Pak Tum pada program-program desa tersebut. Ia hanya mementingkan salah satu 
  program desa, yang menyangkut kepentingan pribadinya sendiri, dan berkedok sebagai 
  program perkembangan desa. Program itu tidak lain adalah program pemberantasan 
  segala jenis katak, yang pernah ia sampaikan pada acara syukurannya, tiga bulan 
  yang lalu. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hanya program pemberantasan katak inilah yang dampaknya telah dirasakan oleh 
  penduduk desa, walau di balik semua itu nantinya akan timbul suatu masalah yang 
  tak akan pernah diduga oleh penduduk sebelumnya. Sehingga, apabila orang berkunjung 
  ke desa Kertagu takkan ada terlihat penduduk yang makmur. Juga takkan ada terjumpai 
  sebutir telur katak, maupun seekor katakpun, di desa Kertagu. Di sana, hanya 
  ditemukan tebaran rangka-rangka tulang katak yang tertimbun, merapuh akibat 
  dijalankannya program gila itu. Apa yang penduduk impikan selama ini, untuk 
  dapat tidur nyenyak di malam hari, telah dapat mereka rasakan, selain itu kepanikkan 
  penduduk terhadap wabah penyakit yang menyerang desa mereka, dianggap wabah 
  yang berasal dari katak-katak itu, juga telah musnah bersama dengan musnahnya 
  ekosistem katak di desa Kertagu. Sehingga desa Kertagu sudah dikenal oleh penduduk-penduduk 
  desa lain dengan sebutan desa anti katak. &lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p align="center"&gt;****&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;#8220;Sebenarnya, tindakan ini sudah melanggar ketentuan Tuhan !!!&amp;#8217;&amp;#8217; 
  Entah mengapa kalimat itu langsung terucap oleh salah seorang warga yang berada 
  di kedai Bu Kona. &amp;#8220;Apa pula maksud ucapan kau, Tan?!&amp;#8217;&amp;#8217; tanya 
  Turgor kepada Si Atan, yang tengah asik menyantap lontong sayur, buatan Bu Kona. 
  &amp;#8220;Maksudku, tentang katak-katak yang keberadaannya sudah tidak ada di desa 
  kita ini, apakah nantinya tidak membawa akibat buruk terhadap penduduk disini?!&amp;#8217;&amp;#8217; 
  &amp;#8220;Suuurrr&amp;#8217;&amp;#8217;. Bunyi darah, terdengar mengalir turun hingga ke 
  ujung jari kaki mereka yang ada di kedai itu. Terlihat raut wajah mereka memucat, 
  penuh kecemasan, mendengar ucapan tersebut. Serentak, seluruh orang yang ada 
  di kedai terhenti sejenak, menyantap hidangan pagi di kedai itu. &lt;/p&gt;
&lt;p align="left"&gt;Seolah-olah kalimat yang baru saja mereka dengar, telah merasuk 
  menembus ruang akal pikiran mereka. Tan, pemuda yang mengucapkan kalimat itu, 
  tersentak sadar akan ucapannya tadi. Ia menyadari bahwa kalimat yang keluar 
  dari mulutnya itu, tidaklah atas alur pikirannya sendiri. Ia yakin bahwa kalimat 
  itu adalah ucapan malaikat, yang ditugaskan untuk memberitahukan penduduk desa 
  Kertagu, akan tindakan yang telah mereka lakukan terhadap katak-katak yang tidak 
  bersalah itu. Di sisi lain, orang-orang yang ingin mendapatkan kelancaran dan 
  sedikit cipratan lahan basah pada pekerjaannya, terus saja memberikan ancungan 
  jempol terhadap Pak Tum. Mereka tak segan-segan menjilat bahkan mengubah hal 
  yang haram menjadi halal hanya demi terpenuhinya kepentingan individu mereka 
  belaka. Kebanyakan dari mereka tidak pernah ingin tahu menahu akan keadaan penduduk 
  desanya sendiri, yang penting mereka hanya akan saling berlomba-lomba mengumpulkan 
  kekayaan yang bukan haknya. Tanpa ingat akan pertanggungjawabannya di akhirat 
  nanti.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p align="center"&gt;*****&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p align="left"&gt;Malam semakin larut, udara semakin dingin. Dan hembusan agin malam 
  menyebarkan suara-suara makhluk malam. Kegelapan malam di terangi oleh bintang-bintang 
  yang gemerlapan. Tetapi dari kejauhan, tanda-tanda hujan terlihat akan kunjung 
  datang. Terdengar suara gemuruh guntur yang memecahkan gendang telinga. Dari 
  kejauhan terlihat sekumpulan awan hitam tebal berlahan-lahan bergerak mendekat 
  berangsur-angsur menutupi indahnya gemerlap bintang-bintang yang memberi keindahan 
  desa Kertagu. Udara semakin dingin, Halilintar pun saling sambut menyambut, 
  yang akan mengawali hujan di desa Kertagu. Hingga turunlah hujan mengucur deras 
  disertai angin kencang. Tanpa penduduk sadari derasnya hujan, ternyata membuat 
  wabah penyakit berkembang semakin meluas. &lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p align="center"&gt;******&lt;/p&gt;
&lt;p align="left"&gt;&lt;br&gt;
  Pagi harinya, dikala sang surya menyibahkan jubahnya, yang memberikan sinaran 
  yang terang bagi seluruh makhluk di permukaan bumi ini. Namun hal ini merupakan 
  suasana yang amat sangat gelap bagi warga desa Kertagu. Peristiwa yang dulunya 
  pernah memilukan hati penduduk desa Kertagu, kini terulang lagi. Laki-laki, 
  perempuan, orang tua, remaja, bahkan anak-anak kecilpun yang tidak berdosa, 
  satu persatu nyawanya direnggut oleh wabah penyakit yang begitu haus menghisap 
  nyawa penduduk tanpa belas kasihan. Salah seorang dokter yang didatangkan dari 
  kota, untuk membantu dan memantau desa Kertagu, menyatakan kepada penduduk, 
  tentang wabah penyakit yang menyerang desa Kertagu, merupakan wabah penyakit 
  yang dibawa nyamuk dan lalat, yang dipastikan kuat disebabkan banyaknya tumpukan-tumpukan 
  sampah yang tidak terurus oleh penduduk maupun perangkat desa yang bertugas 
  sebagai penanggung jawab kebersihan desa. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mereka hanya sibuk dengan kepentingan pribadi mereka masing-masing untuk memperkaya 
  diri sendiri. Selain itu, limbah-limbah kimia yang berasal dari industri-industri 
  liar milik Pak Tum yang ia dirikan dari penggelapan uang penduduk desa Kertagu, 
  diduga kuat sebagai faktor berkembangnya wabah yang saat ini melanda desa Kertagu. 
  Penduduk menyadari program pemberantasan katak hanya membawa bencana bagi mereka. 
  Selama ini mereka tidak menyadari akan manfaat yang ada dari setiap makhluk 
  yang diciptakan Tuhan. Tindakan yang sudah mereka lakukan selama ini, hanya 
  menyalahi dan melanggar kodrat Tuhan. Katak yang mereka anggap sebagai penyebar 
  wabah, justru sebaliknya, katak-katak itulah yang kiranya memakan serangga yang 
  membawa wabah tersebut. Bau busuk yang disimpan, akhirnya akan tercium juga. 
  Program pemberantasan katak yang diprogramkan Pak Tum, maksud dan latar belakangnya 
  telah diketahui oleh seluruh orang-orang di desa Kertagu. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tiba-tiba sebuah mobil ambulance warna putih bertuliskan Rumah Sakit Jiwa, 
  menepi, berhenti di depan kantor Kepala Desa. Tak lama kemudian terlihat dari 
  luar kaca jendela mobil, seorang bapak-bapak yang berperawakan tinggi, kulit 
  sawo matang, dan berambut keriting pendek, terlihat ia tertawa dan mengucap-ucapkan 
  kata katak... guci... katak... guci..., sambil melambaikan tangannya kearah 
  penduduk desa Kertagu. Menyaksikan kejadian itu, penduduk hanya dapat diam terpaku. 
  Seolah-olah, mereka tidak mempercayai, siapa sebenarnya orang yang mereka jadikan 
  Kepala Desa untuk memimpin desa Kertagu selama ini. Setelah kejadian itu berlalu, 
  seluruh orang-orang desa Kertagu sudah bisa tersenyum ceria kembali. Sebab manakala 
  musim penghujan tiba, orang-orang desa sudah tidak merasa suara-suara katak 
  yang mereka dengar itu sebagai pengganggu tidur mereka di malam hari. Akan tetapi 
  hal itu sudah menjadi kerinduan tersendiri bagi penduduk desa Kertagu, yang 
  seolah-olah suara-suara itu menjadi nyanyian pembawa tidur malam yang indah 
  bagi penduduk desa Kertagu.***&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-6828834168654561251?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sriti.com/storyview.php?key=240' title='Kutum Pargon'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/6828834168654561251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=6828834168654561251&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/6828834168654561251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/6828834168654561251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2007/10/kutum-pargon.html' title='Kutum Pargon'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-2305063416746267901</id><published>2007-10-25T03:26:00.000+07:00</published><updated>2007-11-16T23:12:06.971+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengenalan Tentang Radio'/><title type='text'>Pengenalan Tentang Radio</title><content type='html'>&lt;strong&gt;BAB I&lt;br&gt;
PENGENALAN TENTANG RADIO &lt;/strong&gt; 
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh: Rioni Imron, S.Sos&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;A. Pengenalan Tentang Radio&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Radio pada mulanya ditemukan pada tahun 1819 oleh orang berkebangsaan Italia 
  yang membuat suatu alat komunikasi tanpa kabel ( wireless ) dan dikembangkan 
  pada tahun 1919 oleh orang berkebangsaan Belanda untuk penyiaran informasi dan 
  hiburan. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. Maju Mundurnya Dunia Siaran Radio secara Global&lt;br&gt;
  Pada tahun 1950, Radio mulai didengar dan digemari oleh masyarakat, bahkan mereka 
  menganggap bahwa suatu negara tidak akan berjalan atau tidak lengkap apabila 
  tidak adanya media radio sebagai kunci informasi dan hiburan bagi masyarakatnya.Ini 
  dikarenakan saat itu media radio adalah satu-satunya medai electronik yang sangat 
  efisien dan dapat dengar oleh seluruh lapisan masyarakat. Pada tahun 1960 s/d 
  1970 minat masyarakat dengan media electronik radio ( Audio/Suara ) mulai menurun 
  karena munculnya media Electronik Televisi yang cara kerjanya menampilkan suara 
  &amp;amp; gambar ( Audio &amp;amp; Visual ) .Namun ketika itu Media televisi belum mempunyai 
  berbagai macam format siaran yang profesional. Hadirnya media televisi, membuat 
  orang-orang radio menjadi lebih kreatif dalan meciptakan program-program acara 
  yang bermutu dan berkwalitas agar pangsa pasar pendengar mereka tidak diambil 
  alih oleh media televisi , dan ini terjadi tahun 1970 s/d 1980. Namun kemajuan 
  zaman dalam media televisi tak terbendung karena semakin canggihnya peralatan 
  yang selalu mengedepankan keunggulan televisi sebagai media Audio &amp;amp; Visual 
  , membuat tertinggalnya media radio yang hanya mengedepankan Audio/ Suara. Hingga 
  tahun 1980 masa kejayaan media radio dapat diambil alih oleh media Televisi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dapat digambarkan grafik atau urutan media yang diminati masyarakat saat ini 
  :&lt;br&gt;
  a. Televisi&lt;br&gt;
  b. Radio&lt;br&gt;
  c. Media cetak&lt;br&gt;
  d. Reklame&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br&gt;
  &lt;strong&gt;B. Ciri Khas Suatu Radio&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setiap media radio masing-masing mempunyai ciri khas yang berbeda-beda , ini 
  dapat kita dengarkan di radio-radio seluruh indonesia. Perbedaan tersebut diantaranya 
  :&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. Jingle&lt;br&gt;
  2. Slide&lt;br&gt;
  3. Smash&lt;br&gt;
  4. Panggilan pendengar ( Call Audience )&lt;br&gt;
  5. Panggilan Radio ( Call Radio )&lt;br&gt;
  6. Segmentasi pendengar&lt;br&gt;
  7. Warna musik&lt;br&gt;
  8. Dll&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Contoh : &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Radio Republik Indonesia ( RRI ) Panggilan Pendengar &amp;#8220; Saudara Pendengar 
  &amp;#8220;dengan segmentasi pendengar ( All Segment ) semua khalayak pendengar.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Radio Grees FM Pekanbaru , Panggilan Pendengar &amp;#8220; Sobat Sebaya &amp;#8220; 
  dengan segmentasi pendengar Anak Muda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Radio Prambors Jakarta , Panggilan Pendengar &amp;#8220; Kawula Muda &amp;#8220; dengan 
  segmentasi pendengar Anak Muda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br&gt;
  Ciri khas lain yang menjadi unggulan bagi radio adalah lagu/musik yang disajikan, 
  Contoh:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Radio Dangdut : yang menyajikan 100 % lagu-lagu dangdut&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Radio yang menyajikan 100 % lagu-lagu Indonesia&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br&gt;
  Dalam penyajian program acara di radio tidak dapat diklarifikasikan dengan segment 
  pendengar karena program acara tidak semua yang didengar tepat sasaran contohnya 
  acara anak-anak , pendengarnya bukan saja anak-anak tetapi juga orang tua serta 
  orang dewasa , karena itu image dalam suatu program acara tidak bisa menjadi 
  patokan dalam mengejar segment pendengar ( sasaran pendengar ). Jadi pada dasarnya 
  dalam suatu program acara yang terpenting adalah bagaimana agar image masayarakat 
  tersebut dapat manarik pendengar terbanyak dan berkesan dihati pendengar.&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;C. Format Siaran Radio&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seluruh bidang diradio yang profesional harus mempunyai format, baik Program 
  acara ataupun lainnya agar dapat menyatukan / menyeragamkan mekanisme kerja 
  setiap bidang untuk dapat menyatukan visi dari setiap bidang &amp;#8211; bidang 
  diradio serta mampu mencapai sasaran pendengar yang diinginkan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;br&gt;
  Contoh : Format Program Siaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. Penyebutan panggilan pendengar ( Call Audience ) harus sama&lt;br&gt;
  2. Lagu yang di sajikan harus 100 % Indonesia &lt;br&gt;
  3. Panggilan radio ( Call Radio ) harus sama&lt;br&gt;
  4. dll. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Format siaran tidak bersifat baku karena disesuaikan dengan kemajuan zaman 
  serta teknologi.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Hasil survei yang dilakukan oleh pihak radio dan Pemda Kab. Kampar serta informasi 
  dari pendengar , saat ini radio Pemda yang bekerja pada Frekuensi 106.1 FM mempunyai 
  jangkauan radius 88 KM meliputi Riau daratan..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;
  BAB II&lt;br&gt;
  BIDANG &amp;#8211; BIDANG OPERASIONAL MEDIA RADIO ( STRUKTUR )&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br&gt;
  &lt;strong&gt;A. Bidang &amp;#8211; bidang yang terdapat dalam suatu radio ( Strukstur 
  )&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. Pimpinan / General Manager&lt;br&gt;
  2. Ka. Siaran ./ Program Manager&lt;br&gt;
  3. Marketing Manager&lt;br&gt;
  4. Administrasi&lt;br&gt;
  5. Keuangan / Finance&lt;br&gt;
  6. Penata Lagu / Music Director&lt;br&gt;
  7. Redaksi Berita&lt;br&gt;
  8. Produksi / Production&lt;br&gt;
  9. Recording&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;br&gt;
  &lt;strong&gt;General Manager / Pimpinan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Marketing Manager Program Manager Administrasi Keuangan/Finace &lt;br&gt;
  &lt;br&gt;
  Marketing ADM Programmer&lt;br&gt;
  &lt;br&gt;
  Marketing Lapangan Redaksi Berita&lt;br&gt;
  &lt;br&gt;
  Music Director&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Produksi / Production&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Recording&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Reporter&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Penyiar&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br&gt;
  BAB III&lt;br&gt;
  MEKANISME / JOB KERJA MASING-MASING BIDANG RADIO&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;General Manager ( Pimpinan ) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Seperti kita ketahui bahwa seorang general manager ( Pimpinan ) harus mengetahui 
  tugas-tugas / job kerja semua bidang baik itu di radio maupun yang di perusahaan 
  lainnya, ini disebabkan agar proses kerja jangka pendek / panjang yang akan 
  dilaksanakan dapat sukses tanpa ada hambatan. General Manager harus bisa berkoordinasi 
  /membimbing bidang-bidang yang ada. Begitu juga dengan koordinasi antar bidang..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Program Manager / Ka. Siaran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bagi Radio siaran publik yang menyajikan informasi / hiburan keberadaan Program 
  Manager / Ka. Siaran sangat dibutuhkan karena tugas-tugas yang dilakukan selaku 
  penanggungjawab siaran sangat berat karena maju mundurnya radio terletak pada 
  Program Manager. Seorang Program Manager harus mampu menghetahui dan mengkoordinir 
  seluruh bidang-bidang menyangkut siaran dan arah sasaran pendengar radio tersebut 
  karena membawahi :&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. Programmer&lt;br&gt;
  2. Music Director&lt;br&gt;
  3. Redaksi Berita&lt;br&gt;
  4. Production&lt;br&gt;
  5. Recording &lt;br&gt;
  6. Reporter&lt;br&gt;
  7. Penyiar &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Programmer.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tugas/Job yang dilaksanakan oleh seorang Programmer&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. Menciptakan program acara dan mekanismenya &lt;br&gt;
  2. Presentase Acara ke semua bidang &lt;br&gt;
  3. Mengatur Jadwal Tugas Penyiar&lt;br&gt;
  4. Membuat Log Book Siaran &lt;br&gt;
  5. Bertanggung jawab atas acara-acara yang disajikan&lt;br&gt;
  6. Bertanggungjawab atas seluruh kegiatan penyiar di radio&lt;br&gt;
  7. Selalu berkoordinasi dengan seluruh bidang&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Music Director.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. Menentukan lagu-lagu yang layak disajikan oleh radio&lt;br&gt;
  2. Menentukan musik/Intrument untuk pembuatan iklan atau Back sound acara &lt;br&gt;
  3. Menentukan lagu-lagu untuk acara khusus&lt;br&gt;
  4. Mempersiapkan lagu-lagu pada moment-moment penting&lt;br&gt;
  5. Selalu berkoordinasi dengan bidang lain&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Redaksi Berita&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;1. Bertanggung jawab atas oleh naskah berita radio dan informasi yang disajikan&lt;br&gt;
  2. Membuat/edit berita yang dikutip dimedia lain.&lt;br&gt;
  3. Menentukan berita-berita yang layak disajikan atau tidak layak disajikan&lt;br&gt;
  4. Mengkoordinir team Jurnalis / liputan berita dan reporter Radio&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Production&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;middot; Bertanggung jawab atas hasil produksi, rekaman, mulai dari naskah 
  , musik , backsound , intonasi pengucapan kalimat serta smash yang diramu dalam 
  satu paket acara/iklan dll.&lt;br&gt;
  &amp;middot; Selalu menciptakan ide-ide baru dalam memproduksi acara / iklan maupun 
  rekaman khusus ( moment )&lt;br&gt;
  &amp;middot; Selalu memperhatikan kualitas kerja.&lt;br&gt;
  &amp;middot; Recording .&lt;br&gt;
  &amp;middot; Merekam , mengedit iklan / acara-acara dalam bentuk rekaman. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Reporter.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Dalam dunia radio sangat penting sekali seorang reporter , karena reporter 
  dapat menggambarkan suatu kejadian dalam kata/kalimat/intonasi yang sedang terjadi 
  pada saat itu, maka seorang reporter harus bisa mengerti tentang teknik dan 
  mekanisme REPORTASE.&lt;br&gt;
  Seorang reporter tidak boleh &amp;#8220;membohongi&amp;#8221; pendengar , karena efek 
  dari suatu kebohongan dan informasi kemasyarakat cukup besar apalagi dalam meliput 
  suatu kejadian yang dapat menarik dayak minat pendengar untuk ikut menyaksikan 
  langsung kejadian tersebut setelah mendengarkan radio.&lt;br&gt;
  Pada intinya seorang reporter radio harus apa adanya ( apa yang dilihat, didengar, 
  itu yang disampaikan kemasyarakat, dan agar selalu aktual , reporter harus memastikan 
  terlebih dahulu nara sumber , jam kejadian dan yang anggap penting dalam menginformasikan 
  berita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penyiar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Radio publik identik dengan penyiar karena sumber informasi pada awalnya disampaikan 
  oleh seorang penyiar, jadi seorang penyiar harus berwawasan luas, mempunyai 
  Sumber Daya manusia ( SDM ) yang baik serta mau bekerja keras.&lt;br&gt;
  Menjadi seorang penyiar tidaklah mudah, karena seorang penyiar harus bisa menjadi 
  sosok panutan yang begitu dekat sehingga image pendengar terhadap seorang penyiar 
  tersebut sangat baik. Mulai dari rasa percaya diri, kalimat /intonasi , gaya 
  bahasa dalam penyampaian informasi mudah dicerna dan tidak berbelit-belit serta 
  menguasai peralatan siaran. Agar tidak terjadi kekeliruan dalam menyampaikan 
  informasi sebaiknya seorang penyiar membuat materi yang akan disampaikan .&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Marketing&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Setiap Radio mempunyai bidang marketing / pemasaran. Seperti kita ketahui bahwa 
  media radio adalah biro jasa yang menjual kreatifitas dari orang radio itu sendiri, 
  oleh sebab itu orang radio harus yang berjiwa kreatif dan mau bekerja keras 
  agar dapat mencapai target kerja yang diinginkan. Begitu juga bidang marketing 
  yang selalu optimis dalam melaksanakan tugas untuk meraih pangsa pasar dengan 
  penawaran kerjasama berbentuk iklan atau sponsor acara yang dibuat oleh bidang 
  programmer dan disetujui oleh Program Manager. Seorang Marketing di radio harus 
  bisa menentukan harga iklan ataupun acara yang diajukan dalam tindak lanjut 
  kerjasama dengan pihak klien / mitra kerja serta bisa meyakinkan klien / mitra 
  kerja bahwa iklan / acara yang diajukan tersebut didengar oleh orang banyak 
  dan mampu meningkatkan image terhadap produk yang mensponsori ataupun iklan 
  yang diudarakan , dan ini sangat dibutuhkan keprofesionalismean dari seorang 
  marketing , mulai Administrasi , order iklan maupun penyusunan jadwal pemutaran 
  iklan pada log book iklan di Box Siar.&lt;br&gt;
  &lt;br&gt;
  &lt;strong&gt;Administrasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Agar dapat menunjang kesuksesan dan keprofesionalismean di bidang radio, bidang 
  Adiministrasi sangat mendukung karena surat masuk/keluar diatur /ditata oleh 
  bidang ini. Pembuatan surat keluar, nomor surat , begitu juga surat masuk dan 
  nomor surat masuk. Kemudian bidang Administrasi memberikan kepada yang berwenang 
  menerima surat tesebut agar diproses atau ditindak lanjuti.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keuangan / Finance.&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-2305063416746267901?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/2305063416746267901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=2305063416746267901&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/2305063416746267901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/2305063416746267901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2007/10/tentang-radio-oleh-rioni-imron-s.html' title='Pengenalan Tentang Radio'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4416471456943424499.post-2407866868434396785</id><published>2007-10-24T02:49:00.000+07:00</published><updated>2007-10-24T16:09:39.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nb'/><title type='text'>Tentang Ilmu Komunikasi</title><content type='html'>Perkembangan ilmu komunikasi pada zaman ini, sudah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4416471456943424499-2407866868434396785?l=rioniimron.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rioniimron.blogspot.com/feeds/2407866868434396785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4416471456943424499&amp;postID=2407866868434396785&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/2407866868434396785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4416471456943424499/posts/default/2407866868434396785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rioniimron.blogspot.com/2007/10/tentang-ilmu-komunikasi.html' title='Tentang Ilmu Komunikasi'/><author><name>rioni imron</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14618882481227726413</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
